• Nice work
  • Blogger widget
  • Aditya Subawa
Logo .cdr Vektor

Pencarian 1 Juta Logo

Tampilkan postingan dengan label Provinsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Provinsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2014

Vektor Logo Kabupaten Balangan | Format CorelDraw

Vektor Logo Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan | SANGGAM | Format CorelDraw | FileType: .CDR | Hight Resolution | Bisa Diedit | Download Free Vector

Download Logo Disini



View Details

Vektor Logo Provinsi Sulawesi Selatan | Format CorelDraw

Ini dia vektor gratis format CoreDraw untuk provinsi Sulawesi Selatan

Download Logo Disini



View Details

Sabtu, 11 Oktober 2014

Arti Lambang Provinsi Sumatra Barat | TUAH SAKATO


Lambang Provinsi Sumatra Barat
Lambang Provinsi Sumatra Barat
Mengenal arti lambang/logo dari provinsi Sumatera Barat. Logo ini mempunyai ciri khas berupa rumah gadang dengan atap mesjid dan ditengan nya terdapat bintang berwarna kuning kemudian ada dibawahnya da riak gelombang dan yang paling penting adalah ada tulisan "TUAH SAKATO" yang merupakan lambang kesepakatan


Berikut Rincian dari Arti/Makna Lambang Provinsi Sumatra Barat


  1. Rumah Gadang, adalah lambang semangat demokrasi.
  2. Atap Masjid, adalah lambang tumbuh kuatnya agama Islam di Sumatera Barat.
  3. Bintang, adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa.
  4. Riak Gelombang, adalah lambang dinamika.
  5. Tuah Sakato, adalah lambang kesepakatan untuk melaksanakan hasil mufakat rakyat.



Sumber : http://id.wikipedia.org/

View Details

Senin, 10 Maret 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Kalimantan Selatan | Waja Sampai Kaputing

Lambang Provinsi Kalimantan Selatan
Lambang / Logo Provinsi Kalimantan Selatan

Mengenal Arti dan makna dari logo Provinsi Kalimantan Selatan
Lambang daerah Provinsi Kalimantan Selatan adalah "PARISAI" dengan warna dasar merah dan hijau, bergaris sisi dengan warna kuning.

Parisai (Perisai), adalah alat penangkis dan bertahan yang melambangkan kewaspadaan mempertahankan diri dari konsekwen. 

• Warna merah, adalah lambang keberanian dan kepahlawanan yang gagah perkasa, menegakkan kebenaran perjuangan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam menuju "masyarakat adil dan makmur' yang diridhoi Allah".

• Warna Kuning, adalah lambang kesuburan dan harapan bagi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dihari yang akan datang.

Didalam Perisai terdapat lukisan-Iukisan :

• Bintang berwarna Kuning Emas, adalah lambang Ketuhan Yang Maha Esa dan perlambang keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala-galanya tanpa ada yang tersembunyi bagi-Nya.

• Rumah berbentuk bangunan spesifik Kalimantan Selatan asli, adalah lambang Suatu unsur kebudayaan yang depat dlbanggakan.

• Warna Hitam, adalah lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan mempunyai kebulatan tekad dan keunggulan kearah pelaksanaan Pembangun Nasional.

• Intan, adalah lambang penghasilan Daerah Kalimantan Selatan yang sudah terkenal karena mempunyai mutu dan nilai yang sangat tinggi, yang merupakan pula sumber mata pencaharian penduduk Kalimantan Selatan.

• Warna Putih berkilap memancar, adalah lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan kalau dipimpin dengan sungguh-sungguh akan sanggup mencapai kecerdasan dan kemajuan serta sanggup pula melaksanakan segala pembangunan menuju pada kemuliaan dan keagungan Bangsa Indonesia.

• Buah Padi dan Batang Karet, adalah lambang penghasilan dan sumber kehidupan bagi terbesar penduduk Kalimantan Selatan.

• Buah Padi sebanyak 17 buah, Intan dengan 8 (delapan) pancaran dan Batang Karet sebanyak 1 pohon dengan bergaris 9 yang tersusun 4 disebelah kiri, 5 disebelah kanan. Merupakan susunan angka 17 8 1945 yaitu hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

• Tulisan berupa "WAJA SAMPAI KAPUTING” adalah lambang bahwa penduduk Kalimantan Selatan telah tekun dalam bekerja melaksanakan segala Sesuatu dengan penuh rasa kesanggupan dan konsekwen tanpa berhenti ditengah Jalan.


View Details

Sabtu, 08 Maret 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Kalimantan Barat | AKCAYA

Lambang Provinsi Kalimantan Barat
Lambang Provinsi Kalimantan Barat

Mengenal Arti dan Lambang Provinsi Kalimantan Barat


• Bentuk dari Lambang Daerah Kalimantan Barat ialah bersudut lima, yang berarti Pancasila, dimaksudkan Kalimantan Barat adalah sebagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila.
• Warna yang dipakai pada Lambang Daerah adalah enam, yaitu hijau muda, hijau tua, putih, kuning emas, merah dan hitam.

• Warna dasar adalah hijau muda, menunjukkan kesuburan Daerah Tingkat I Kalimantan Barat.

• Warna perisai, mandau dan keris adalah putih, dimaksudkan bahwa pusaka-pusaka itu suci murni.

• Perisai, mandau dan keris adalah menggambarkan pusaka dan kebudayaan putra-putra daerah Kalimantan Barat.

• Padi dan kapas melambangkan cukup pangan dan sandang.

• Garis putih yang melintang di tengah-tengah melukiskan garis Khatulistiwa.

• Kapas yang berjumlah 17, nyala api yang berjumlah 8 dan padi yang berjumlah 45 melambangkan Kalimantan Barat sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

• Padi dan kapas diikat dengan pita yang bersudut empat, yang berarti Catur Karsa, yakni kesungguhan, kejujuran, kegotong royongan dan kekeluargaan. Dengan Catur Karsa ini dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata.

• Tulisan Akcaya berarti tak kunjung binasa atau dengan keuletan pantang menyerah.

• Tulisan Akcaya ini di atas dasar putih dalam tiga lipatan, yang berarti tiga Kerangka Revolusi Nasional Indonesia, yakni :
1. membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke,
2. menuju masyarakat adil dan makmur materiil dan spirituil dan
3. mempererat hubungan dengan semua bangsa dan negara di seluruh dunia.

sumber : http://id.wikipedia.org

View Details

Kamis, 06 Maret 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Jawa Tengah

Lambang Provinsi Jawa Tengah
Lambang Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Jawa, Tahukan Anda arti dari logo atau lambang yang terkandung dalam logo Provinsi Jawa Tengah?

Berikut Arti / Makna Lambang Provinsi Jawa Tengah

• Bentuk Kundi Amarta yang berbentuk dasar segi lima melambangkan dasar falsafah Negara yakni Pancasila.

• Laut bergelombang melambangkan kehidupan masyarakat di Jawa Tengah.

• Candi Borobudur melambangkan Daya Cipta yang besar Tradisi yang baik dan Nilai-nilai Kebudayaan yang khas dari Rakyat Jawa Tengah.

• Gunung Kembar mempunyai arti idiil bersatunya rakyat dan Pemerintah Daerah.

• Perpaduan antara Laut dan Gunung Kembar dengan latar belakangnya yang hijau menggambarkan keadaan alamiah Daerah Jawa Tengah dengan bermacam-macam kekayaan alamnya sebagai kehidupan dan penghidupan Rakyat Jawa Tengah.

• Bambu Runcing melambangkan Kepahlawanan dan Keksatriaan Rakyat Jawa Tengah.

• Bintang bersudut Lima berwarna kuning emas yang disebut juga "Nur Cahaya" melambangkan kepercayaan Ketuhanan Yang Maha Esa dari Rakyat Jawa Tengah.

• Padi dan Kapas melambangkan Kemakmuran Rakyat JawaTengah.

• Umbul-umbul Merah Putih melambangkan Daerah Jawa Tengah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

• Perpaduan antara Bintang, Padi dan Kapas melambangkan hari depan Rakyat Jawa Tengah menuju ke Masyarakat Adil dan Makmur yang diridloi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

• Perpaduan antara Bulir Padi yang berbiji 17, Bambu Runcing yang beruas 8 serta Ranting Kapas yang berdaun 4 dan berbuah 5 merupakan rangkaian angka-angka yang mewujudkan saat yang bersejarah serta keramat "17 Agustus 1945" yang wajib kita agungkan.

sumber : http://id.wikipedia.org/

View Details

Selasa, 04 Maret 2014

Arti Lambang Provinsi Jawa Barat | GEMAH RIPAH REPEH RAPIH

Lambang Provinsi Jawa Barat
Lambang Provinsi Jawa Barat

Melihat arti dan makna yang terkandung pada logo Provinsi Jawa Barat


• Gemah Ripah Repeh Rapih, merupakan pepatah lama Sunda yang bermaksud menyatakan bahwa Jawa Barat adalah daerah yang kaya raya yang didiami oleh banyak penduduk yang rukun dan damai.

• Bentuk bulat telur pada lambang Jawa Barat berasal dari bentuk perisai yang banyak dipakai oleh para laskar kerajaan zaman dahulu.

• Kujang merupakan alat serba guna yang dikenal pada hampir setiap rumah tangga Sunda dan apabila perlu dapat juga digunakan sebagai alat penjaga diri dan lima lubang pada kujang tersebut melambangkan lima sila pada dasar negara Pancasila.

• Padi merupakan bahan makanan pokok masyarakat Jawa Barat sekaligus juga melambangkan pangan dan jumlah padi 17 menggambarkan hari tanggal 17 dari bulan Proklamasi.

• Kapas melambangkan sandang dan jumlah kapas 8 buah menyatakan bulan ke-8 dari tahun Proklamasi.

• Gunung, adalah lambang yang menunjukan bagian terbesar dari Jawa Barat berupa daerah pegunungan.

• Sungai dan Terusan melambangkan sungai, terusan dan saluran air yang banyak terdapat di Jawa Barat; Sawah dan Perkebunan; menyatakan luasnya lahan persawahan dan perkebunan (dibagian selatan dan tengah) di Jawa Barat.

• Dam, Saluran Air dan Bendungan kegiatan dibidang irigasi merupakan salah satu perhatian pokok mengingat Jawa Barat merupakan daerah agraris.



View Details

Senin, 03 Maret 2014

Arti Lambang Provinsi Lampung | SANG BUMI RUWA JURAI

Logo Provinsi Lampung
Logo Provinsi Lampung


Makna Gambar dalam Lambang Provinsi Lampung

• Bentuk Perisai dengan Pita menjurai menjurai bertuliskan Sang Bumi Ruma, serta Akasara Lampung, gambar Daun dan buah Lada, Payung dan Gong.
• Perisai persegi lima mempunyai arti Kesanggupan mempertahankan cita dan membina pembangunan rumah tangga yang didiami oleh unsur golongan masyarakat untuk mencapai masyarakat makmur, adil berdasarkan Pancasila.

• Pita Sang Bumi Ruwa Jurai Sang Bumi = Rumah Tangga Agung yang berbilik-bilik.
  1. Ruwa Jurai = dua unsur golongan masyarakat yang berdiam di wilayah Provinsi Lampung.
  2. Aksara Lampung berbunyi : “LAMPUNG”
  3. Daun Lada 17 lembar, melambangkan tanggal 17,
  4. Buah Lada 8 biji melambangkan bulan Agustus,
  5. Setangkai padi berjumlah 45, melambangkan tahun 1945.
  6. Buah lada dan setangkai padi melambangkan hari kemerdekaan pada tanggal 17-8-1945.
  7. Biji Lada 64, melambangkan terbentuknya Provinsi Lampung tahun 1964.
  8. Laduk, melambangkan Golok rakyat serba guna.
  9. Payam, melambangkan Tumbak pusaka tradisional.
  10. Gong, melambangkan alat seni budaya, sebagai pemberitahuan dimulainya karya besar dan sebagai alat menghimpun masyarakat untuk bermusyawarah.
  11. Siger, melambangkan mahkota keagungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat.
  12. Payung, Jari payung 17, bagian ruas tepi 8 garis batas, ruas 19 dan rumbay payung 45, melambangkan Negara RI diproklamasikan tanggal 17-08-1945.
  13. Payung jurai melambangkan Provinsi Lampung tempat semua jurai berlindung.
  14. Tiang dan bulatan puncak payung melambangkan satu cita membangun bangsa dan Negara RI dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa.

Arti Warna dalam Lambang Provinsi Lampung
  1. Hijau melambangkan dataran tingggi yang subur untuk tanaman musim.
  2. Coklat melambangkan Dataran rendah yang subur untuk sawah dan ladang.
  3. Biru melambangkan Kekayaan sungai dan lautan yang merupakan sumber perikanan dan kehidupan para nelayan.
  4. Putih melambangkan Kesucian dan keikhlasan hati masyarakat.
  5. Kuning tua, muda, emas melambangkan Keagungan dan kejayaan serta kebesaran cita dan masyarakat untuk membangun daerah dan negaranya.



View Details

Kamis, 27 Februari 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Sumatra Selatan | BERSATU TEGUH

Lambang Provinsi Sumatra Selatan
Lambang Provinsi Sumatra Selatan

Mengenai makna yang terkandung pada logo/lambang Provinsi Sumatera Selatan


  1. Atap rumah Sumatera Selatan berujung 17, dengan delapan baris dan empat puluh lima buah genteng, bunga teratai, batang hari sembilan, adalah lambang hari kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
  2. Bunga Teratai, adalah lambang keadilan berdasarkan Pancasila.
  3. Batang Hari Sembilan, nama lain Sumatera Selatan adalah lambang kemakmuran.
  4. Jembatan Ampera, adalah lambang kemajuan dan ciri khas kota Palembang.
  5. Gunung, adalah lambang keperkasaan.


Sumber : http://id.wikipedia.org/

View Details

Rabu, 26 Februari 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Kepulauan Riau | BERPANCANG AMANAH BERSAUH MARWAH

Lambang Provinsi Kepulauan Riau
Lambang Provinsi Kepulauan Riau

Mengenal makna logo/lambang yang terkandung pada logo Provinsi Kepulauan Riau


Lambang Daerah berbentuk Tameng/Perisai melambangkan pertahanan dengan warna utama Biru, Kuning, Merah dan Hijau.

Sedangkan warna pendukung adalah hitam dan putih; di dalamnya terdapat gambar unsur-unsur lambang dan Tulisan Provinsi Kepulauan Riau, serta didisain dengan Pita berwarna Kuning dengan tulisan Berpancang Amanah Bersauh Marwah.

Lambang Daerah terdiri dari 6 (enam) bagian dengan rincian sebagai berikut :
  1. Bintang berwarna kuning melambangkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Mata Rantai berwarna hitam berjumlah 32 (tiga puluh dua) yang berlatar belakang warna hijau muda melambangkan kebersamaan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang bersatu padu dan menunjukkan berdirinya Provinsi Kepulauan Riau sebagai Provinsi yang ke- 32 di Negara Republik Indonesia;
  3. Perahu berwarna kuning sebagai simbol alat transportasi masyarakat Kepulauan Riau dengan layar berwarna putih yang terkembang melambangkan semangat kebersamaan dalam satu tekad mengisi laju pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau;
  4. Padi berwarna kuning berjumlah 24 (dua puluh empat) butir dan Kapas berwarna hijau dan putih berjumlah 9 (sembilan) kuntum melambangkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau sebagai tujuan utama dan mengingatkan tanggal disyahkannya Undang-Undang terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau 24 September 2002,
  5. Sebilah Keris berluk 7 (tujuh) berwarna kuning emas berhulu kepala Burung Serindit berwarna hitam, di atas tepak sirih berwarna merah lekuk 5 (lima), di dalam perahu berwarna kuning yang dengan gelombang 7 (tujuh) lapis, yang masing-masing melambangkan sebagai berikut :
  6. Sebilah Keris berluk 7 (tujuh) berwarna kuning emas berhulu kepala Burung Serindit berwarna hitam, melambangkan keberanian dalam menjaga dan memperjuangkan negeri bahari ini untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran,
  7. Tepak Sirih berwarna merah melambangkan persahabatan,
  8. Perahu berwarna kuning sebagai simbol alat transportasi masyarakat Kepulauan Riau dengan layar berwarna putih yang terkembang, melambangkan semangat kebersamaan dalam satu tekad mengisi laju pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau,
  9. Gelombang berlapis 7 sebagai simbol bulan Juli, sehingga mengingatkan kita diresmikannya Provinsi Kepulauan Riau yakni tanggal 1 Juli 2004;
  10. Tulisan “PROVINSI KEPULAUAN RIAU” berwarna putih di atas dasar lambang daerah berwarna biru tua sebagai identitas nama daerah;
  11. Pita berwarna kuning bertuliskan “BERPANCANG AMANAH BERSAUH MARWAH” berwarna hitam adalah semangat dan tekad serta azam masyarakat Provinsi Kepulauan Riau dalam menuju cita-cita luhurnya yakni masyarakat sejahtera, cerdas dan berakhlak mulia.


sumber : http://id.wikipedia.org/

View Details

Selasa, 25 Februari 2014

Arti/Makna Lambang/Logo Provinsi Riau

Lambang Provinsi Riau
Lambang Provinsi Riau
Berikut Arti/makna yang terkandung pada Logo/Lambang Provinsi Riau

  1. Mata Rantai tak terputus yang berjumlah 45, adalah lambang persatuan bangsa dan diproklamirkan pada tahun 1945, yaitu tahun Proklamasi Republik Indonesia.
  2. Padi dan Kapas adalah lambang kemakmuran (sandang pangan), padi 17 butir dan 8 Bunga Kapas merupakan tanggal Proklamasi 17 bulan 8 (Agustus).
  3. Lancang Kuning mengandung, adalah lambang kebesaran Rakyat Riau,
  4. Sogok Lancang berkepala ikan melambangkan bahwa Riau banyak menghasilkan Ikan dan mempunyai sumber-sumber penghidupan dari laut.
  5. Gelombang lima lapis melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara, Republik Indonesia.
  6. Keris berhulu Kepala Burung Serindit, adalah lambang Kepahlawanan Rakyat Riau berdasarkan pada kebijaksanaan dan kebenaran.

View Details

Sabtu, 22 Februari 2014

Arti Lambang Provinsi Sumatera Utara

Lambang Provinsi Sumatra Utara
Lambang Provinsi Sumatra Utara

Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya, adalah lambang kebulatan tekad perjuangan rakyat Provinsi Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme.

Batang bersudut lima, perisai dan rantai, melambangkan kesatuan masyarakat di dalam membela dan mempertahankan Pancasila.

Pabrik, pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan, daun padi dan tulisan “SUMATERA UTARA”, melambangkan daerah yang indah permai, mashur dengan kekakayaan alamnya yang berlimpah-limpah.

Tujuh belas, kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi menggambarkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan RI.

Tongkat di bawah kepalan tangan, melambangkan watak kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pencinta dan pembela keadilan.

Bukit barisan yang berpuncak lima, melambangkan tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotong-royongan yang dinamis.


Motto Daerah , adalah Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya.



View Details

Kamis, 20 Februari 2014

Arti Lambang/Logo Provinsi Banten | IMAN TAQWA

Arti Lambang Provinsi Banten
Arti Lambang Provinsi Banten

Kubah Mesjid, melambangkan kultur masyarakat yang agamais.

Bintang bersudut lima, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menara Mesjid Agung Banten, melambangkan semangat tinggi, yang berpedoman pada petunjuk Allah SWT.

Gapura Kaibon, melambangkan Daerah Propinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia, perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi.
Padi berwarna kuning berjumlah 17 dan kapas berwarna putih berjumlah 8 tangkai, 4 kelopak berwana coklat, 5 kuntum bunga melambangkan Propinsi Banten merupakan daerah agraris, cukup sandang pangan. 17-8-45 menunjukkan Proklamasi Republik Indonesia.

Gunung berwarna hitam, melambangkan kekayaan alam dan menunjukkan dataran rendah serta pegunungan.
Badak bercula satu, melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakkan kebenaran dan dilindungi oleh hukum.

Laut berwarna biru, dengan gelombang putih berjumlah 17 melambangkan daerah maritim, kaya dengan potensi lautnya.

Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10, menunjukkan orientasi semangat kerja pembangunan dan sektor industri.

Dua garis marka berwarna putih, menunjukkan landasan pacu Bandara Soekarno Hatta.

Lampu bulatan kuning, melambangkan pemacu semangat mencapai cita-cita.

Pita berwarna kuning, melambangkan ikatan persatuan dan kesatuan masyarakat Banten.
Semboyan "IMAN TAQWA" sebagai landasan pembangunan menuju Banten Mandiri, Maju dan Sejahtera.


Merah : melambangkan keberanian
Putih : melambangkan suci, arif dan bijaksana
Kuning : melambangkan kemuliaan, lambang kejayaan dan keluhuran
Hitam : melambangkan keteguhan, kekuatan dan ketabahan hati
Abu-abu : melambangkan ketabahan
Biru : melambangkan kejernihan, kedamaian dan ketenangan
Hijau : melambangkan kesuburan
Coklat : melambangkan kemakmuran



View Details

Rabu, 19 Februari 2014

Arti Logo Lambang Provinsi Bangka Belitung | SERUMPUN SEBALAI

Arti Lambang Provinsi Bangka Belitung
Arti Lambang Provinsi Bangka Belitung

Perisai Bersudut Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepulauan Bangka Belitung, melambangkan wilayah, masyarakat, sistem pemerintah, kebudayaan dan sumberdaya alam Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lingkaran Bulat Simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah - tengah peradaban dunia yang semakin terbuka.
Butir Padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000.

Buah Lada berjumlah 31 buah melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan Propinsi ke 31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Balok Timah, melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara social ekonomis telah menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola sejak tahun 1710 Mary Schommers dalam Bangka Tin).

Biru Tua dan Biru Muda (Dalam Perisai dan Lingkaran Hitam), melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar - besarnya bagi kesejahteraan rakyat.


Putih (Tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian.
Kuning ( Padi dan Semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan.
Hijau (Pulau dan Lada), melambangkan kesuburan.
Hitam (Outline Lingkaran), melambangkan ketegasan.
Serumpun Sebalai, menunjukan bahwa kekayaan alam dan plularisme masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap merupakan kelurga besar komunitas (serumpun) yang memiliki perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan , kemakmuran, keadilan dan perdamaian.

Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Nilai- nilai universal budaya ini juga dimiliki oleh beragam etnis yang hidup di Bumi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Referensi:

View Details

Senin, 17 Februari 2014

Arti Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

Arti Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
Arti Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

Makna Gambar dalam Lambang Provinsi Aceh


  1. Kupiah (Peci) Aceh berbentuk segi 5 (lima), melambangkan Falsafah hidup Rakyat dan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh yang disebut PANCACITA yang terdiri dari lima unsur.
  2. Dacing : melambangkan Keadilan.
  3. Rencong : melambangkan Kepahlawanan.
  4. Padi, Kapas, dan Cerobong Pabrik : melambangkan Kemakmuran.
  5. Kubah Masjid, Kitab dan Kalam : melambangkan Keagamaan dan Ilmu Pengetahuan.

Arti warna dalam Lambang Provinsi Aceh

  1. Warna Putih : melambangkan Kemurnian.
  2. Warna Kuning : melambangkan Kejayaan.
  3. Warna Hijau : melambangkan Kesejahteraan dan Kemakmuran.
Demikian kurang lebih arti lambang propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua. Insya Allah kita lanjut pembahasan tentang arti lambang provinsi Sumatera Utara pada posting selanjutnya.
Referensi :
Wikipedia/wiki/aceh

View Details

Minggu, 16 Februari 2014

Arti Logo Lambang kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat

Arti Lambang kabupaten Ketapang
Logo Kabupaten Ketapang

BENTUK :
Bentuk keseluruhan dari lambang daerah adalah bulat telur (oval) yang didalamnya teerdapat ornamen ciri khas yakni:
  1. Sebuah bintang bersudut lima yang terletak diatas buluh betung dan diantara dua ujung tangakai padi.
  2. Dua tangkai padi yang jumlahnya 45 butir terletak lingkaran oval.
  3. Sebatang pohon kedondong yang terletak di tengah lambang dengan enam dahanya.
  4. Tujuh ruas buluh betung yang berdiri tegak dimuka pohon kedondong.
  5. Seperangkat empat jenis senjata berupa hapang, parang, beliung, sumpitan dan meriam yang terletak dibagian kiri dan kanan bawah.
  6. Pita sutra yang bertuliskan Kabupaten Ketapang yang terletak dibagian bawah lambang dan menghubungkan dua tangkai padi.

WARNA :
Lambang daerah menggunakan warna dasar lhijau muda dan empat lainnya yairtu merah, putih, kuning emas dan hitam denga arti sebagai berikut:
  1. Warna merah putih yang terdapat didalam lambang yang berbentuk bulat terlur, merah berarti keberanian dan kejayaa, sedang warna putih berarti kesucian dan keadilan serta pula melambangkan dwi warna yang menjadi kejayaan dan keagungan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
  2. Warna hijau muda yang terdapat pada warna dasar dan pohon kedondong melambangkan kesuburan dan kemakmuran.
  3. Warna kuning emas yang terdapat pada bintang, ruas buluh betung dan butir padi berarti keluruahan dan keaguangan.
  4. Warna hitam yang terdapat pada meriam, sumpit, dan bagian belakang dari hapang, parang dan beliung serta dahan pohon kedondong, tulisan Kabupaten Ketapang, garis lingkaran oval dan buku buluh betung berarti ketahanan dan ketenangan.

MAKNA LAMBANG :
Makna lambang tersebut adalah
  1. Bintang bersudut lima, mencerminkan keluhuran budi masyarakat daerah yang senantiasa bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandang hidup rakyatnya.
  2. Dua tangkai padi yang jumlahnya 45 butir padi mencerminkan bahwa daerah ini sebagai wilayah negara kesatuan Republik Indonesia memiliki kesatuan tanah yang mampu menyumbangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya dalam upaya menghujutkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.
  3. Pohon kedondong dengan enam dahan, mencerminkanlingkungan alam daerah sangat potensial hasil buminya dan denganperambahannya serta keramah tamahan rakyat yang mencangkup enam liran sungai besar yang bermuara kelaut yang merupakan sarana angkutan masyarakat selain perhubungan darat.
  4. Buluh betung tujuh ruas, mencerminkan sejarah awal pertumbuhan pemerintah didaerah ini yang dimulai sejak berdirinya kerajaan-kerajaan antara lain kerajaan Tanjung Pura hingga terbentuknya Pemerintah Otonomi Kabupaten Ketapang.
  5. Seperangkat empat jenis alat senjata tradisionalberupa hampang, parang,beliung, sumpitan dan meriam mencerminkan senjata yang ampuh untuk mempertahankan diri dan juga alat utama yang dipakai dalam usaha mencari penghidupan dengan tidak menggantungkan nasib dengan orang lain.
  6. Pita sutra putih bertuliskan Kabupaten Ketapang, berarti seluruh ciri ornamen dan warna dasar yang ada pada lambang merupakan kristalisasi yang dihujudkan menjadi lambang daerah


Referensi :
http://www.humas.ketapang.go.id/
http://id.wikipedia.org/

View Details

Rabu, 12 Februari 2014

Arti Logo Kota Depok

Arti Logo Kota Depok
Arti Logo Kota Depok

Lambang Kota Depok berbentuk Perisai bersisi 5 (lima) dengan warna dasar biru yang didalamnya terdapat gambar, warna dan bentuk serta di bagian atas terdapat tulisan KOTA DEPOK dan dibagian bawah terdapat tulisan  PARICARA DHARMA dengan warna putih.

Lambang  Kota terdiri dari 3 (tiga) bagian, dengan perincian sebagai berikut :

        Bagian Depan terdiri dari :

            Gambar Kujang dengan posisi tegak
 Kujang merupakan senjata/alat kerja masyarakat Jawa Barat. Kujang dianggap sebagai manifestasi satria-satria Pajajaran, yang identik dengan nilai-nilai kejuangan pahlawan Depok, yang memiliki sifat tak gentar dalam menegakkan kebenaran dan rela berkorban.
            Pada gambar Kujang terdapat 2(dua) buah Lubang, dengan lengkungan luar sebanyak 7 (tujuh) buah dan tangkai (gagang) mempunyai lekukan 4 (empat) buah, yang dikelilingi rangkain padidan bunga kapas yang terdiri dari 9 (sembilan) butir padi dan 9 (sembilan) kuntum bungan kapas yang mempunyai arti Kota Depok dilahirkan pada tanggal 27 April 1999.
            Padi dan Kapas melambangkan cita-cita pemerintahan dan masyarakat Kota Depok guna mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran.
            Di bawah gambar Kujang terdapat gambar sebuah mata pena dan gambar sebuah buku terbuka, yang melambangkan Depok sebagai Kota Pendidikan.

        Bagian Tengah terdiri dari :
            Gambar Pendopo merupakan simbol Pusat Pemerintahan Kota Depok dalam melaksanakan tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.
            Gambar Bangunan Gedung melambangkan Kota Depok sebagai Kota Pemukiman serta sebagai pusat perdagangan dan jasa.
            Gambar tumpukan batu bata membentuk rangkaian kesatuan yang menggambarkan dinamika masyarakat Kota Depok dalam melaksanakan Pembangunan di segala bidang.
            Gambar gelombang air menggambarkan aliran sungai yang mengalir di wilayah Kota Depok melambangkan kesuburan serta menunjukkan Depok sebagai Kota Resapan Air.

        Bagian dasar terdiri dari :
            Bentuk Perisai yang memiliki 5 (lima) sisi melambangkan tameng dan benteng, yang mampu mengayomi, memberikan rasa aman dan tenram baik lahir maupun batin bagi masyarakat Depok serta melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Depok dalam menghadapi segala macam gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kehidupan Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Dan ke 5 (lima) sisi tersebut melambangkan pula fungsi/pesan yang diemban oleh Pemerintah Kota Depok yaitu sebagai :
            a. Kota Pemukiman;
            b. Kota Pendidikan;
            c. Pusat Perdagangan dan Jasa;
            d. Kota Wisata;
            e.Kota Resapan Air;
            Tulisan Kota Depok menunjukkan sebutan bagi Kota dan Pemerintah Kota Depok.
            Tulisan Paricara Dharma : berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata Paricara yang berarti Abdi, sedangkan Dharma adalah kebaikan kebenaran dan keadilan. Jadi Paricara Dharma mengandung makna bahwa Pemerintah Kota Depok sebagai Abdi Masyarakat dan Abdi Negara senantiasa mengutamakan kepada kebaikan, kebenaran dan keadilan.

        Warna dalam lambang Kota
        mempunyai arti sebagai berikut :
            Kuning emas melambangkan kemuliaan.
            Merah bata melambangkan keberanian.
            Putih melambangkan kesucian.
            Hijau melambangkan harapan masa depan serta menunjukkan daerah yang  subur.
            Hitam melambangkan keteguhan.
            Warna Biru melambangkan keluasan wawasan dan kerjernihan pikiran.

        Dasar Hukum : PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK Nomor : 01 Tahun 1999 Tentang Hari Jadi dan Lambang Kota Depok



View Details